Blogger Widgets

Minggu, 20 Juli 2014

Edelweis yang Abadi nan Cantik






Edelweis merupakan jenis bunga yang pasti sudah tak asing lagi bagi para penggiat alam bebas mendaki gunung, karena bunga abadi ini saat ini hanya mampu tumbuh dan besar di ketinggian gunung dan memerlukan sinar matahari penuh. Bunga cantik ini memang akrab dengan para pendaki dan mengilhami banyak orang melalui keindahan dan keabadian yang ditampilkannya. Tak heran kalau bunga ini disebut sebagai bunga abadi, karena mekar dalam waktu yang cukup lama.


Edelweis (kadang ditulis eidelweis) dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus.

Bunga Edelweiss sangat popular di kalangan wisatawan. Bunga ini dikeringkan dan dijual sebagai souvenir. Kondisi ini menyebabkan spesies tanaman ini mengalami kelangkaan. Saat di pegunungan terdapat larangan untuk memetik bunga ini terpampang jelas, namun kerap kali pemetikan bunga Edelweiss sulit dihindarkan dari tangan - tangan jahil yang mencoba menyelundupkan bunga tersebut. Sungguh malang nasibmu sekarang Edelweis ku sayang.


Sabtu, 31 Mei 2014

Lensa Teman Setiaku



      Sang Pembantu dalam Perjalanan Hidup - Lensaku

     Lensaku. Kau sungguh berarti dalam setiap langkah ini. Setiap saat kau selalu menemani kemana diri ini melangkahkan kaki. Di hamparan pesisir, di atas awan, di bawah derasnya air, bahkan di hamparan bentang alam yang indah, kau selalu setia menemani langkah kaki yang kuayunkan ini. Saat suka maupun duka, kau selalu ada bersamaku. Di saat menikmati sunrise bahkan sunset sekalipun, tak pernah aku meninggalkanmu. Oh Lensaku…
    
    Mungkin orang lain bisa hidup tanpamu, tapi saat ini aku masih tergantung denganmu. Aku terlanjur nyaman denganmu. Semakin tebal lensa ini semakin aku tak bisa lepas darimu. Ingin kulepas darimu tapi tak berarti meninggalkanmu. Aku hanya lelah bila harus selalu tergantung denganmu. Aku ingin merasakan keindahan alam ini tanpa harus bergantung denganmu. Aku ingin memandang bebas dan luas dari kekayaan biodiversitas alam yang telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta alam ini.

     Lensaku Sayang. Tetaplah kau pada ukuranmu. Janganlah kau bertambah tinggi, tapi bertambah rendah pun aku ingin. Ya seperti itu keinginanku…
Alam ini begitu luas dan indah untuk dinikmati dengan mata yang bebas. Tapi aku juga tak menyalahkan keberadaanmu yang selalu menemani langkahku. Berkat kamu aku bisa melihat perbedaan. Perbedaan yang harus dibedakan dalam perjalanan hidup ini.
Terima kasih Lensaku. Kau sudah lama setia menemaniku dalam keadaan apapun. 


Cantigi yang Menarik Hati



Cantigiku Sayang...

Mungkin banyak yang mengenal Edelweiss, tapi tidak dengan Cantigi. Dia begitu indah tumbuh di sepanjang jalan menuju puncak gunung. Si Edelweiss yang lebih sering dikenal orang tak membuat Si Cantigi tak menampakkan pesonanya. Pesona menawan yang selalu ia pancarkan membuat semangat pendaki dalam melangkahkan kakinya menuju puncak tujuan. Kau memang sungguh menawan Cantigi.
Cantigi yang Manis

Memang aku baru mengenalmu, tapi aku cukup tau tentangmu dan akan melestarikanmu untuk tetap hidup di ayunan-ayunan yang kau inginkan. Tanpa harus dirusak oleh tangan-tangan perusak alam. Terima kasih Cantigi, kau menjadi salah satu bunga yang kini menjadi bunga favoritku :)

Jumat, 25 April 2014

Lirik Berita Cuaca (Boomerang)

Berita Cuaca - Boomerang

[*]
Lestari alamku lestari desaku
Dimana Tuhanku menitipkan aku
Nyanyi bocah-bocah di kala purnama
Nyanyikan pujaan untuk nusa

[**]
Damai saudaraku suburlah bumiku
Kuingat ibuku dongengkan cerita
Kisah tentang jaya nusantara lama
Tentram kerta raharja di sana

[***]
Mengapa tanahku rawan kini
Bukit-bukitpun telanjang berdiri
Pohon dan rumput-rumput
Enggan bersemi kembali
Dan burung-burungpun malu bernyanyi

back to : [*], [**]

[****]
Kuingin bukitku hijau kembali
Semak rumput pun tak sabar menanti
Doa kan ku ucapkan hari demi hari
Sampai kapankah hati lapang diri

 back to : [*]

Lestari alamku lestari desaku
Dimana Tuhanku menitipkan aku

Kami kan bernyanyi hibur lara hati
Nyanyikan bait padamu negeri


back to : [**]

Senin, 25 November 2013

Perjalanan adalah perjalanan

Mendaki sebuah gunung bukan sebuah kebanggaan, Kawan
Karena kalau kita anggap pendakian gunung itu kebanggaan
Maka jangan lupa, penduduk setempat bahkan setiap hari
Setiap hari mencari kayu bakar, rotan, dan sebagainya di sana
Bahkan anak2 mereka pergi memancing ke atas danau di gunung
Berangkat pagi, pulang sore

Mengunjungi sebuah kota, New York, London, dsbgnya juga bukan prestasi
Karena kalau melanglang buana itu kita anggap prestasi
Maka jangan lupa, pengemis, gelandangan di sana setiap hari
Setiap hari mengemis dan menggelandang di jalanannya
Tidur di sudut2 kota, tempat kita baru saja ber-pose
Lantas kita bagikan di jejaring sosial

Kita tidak bicara berapa banyak gunung yang kita daki
Berapa lembar foto keren yang kita peroleh
Tapi berapa banyak pemahaman yang menetap di hati kita
Lantas menjadi sumber inspirasi kebaikan bagi sekitar
Menyayangi alam, memahami kebesaran Tuhan
Berhenti bertingkah kekanakan
Itulah hakikat pendakian tersebut

Kita tidak bicara berapa banyak kota yang kita kunjungi
Berapa lembar foto hebat yang kita dapatkan
Tapi berapa banyak pelajaran yang tinggal di kepala kita
Lantas menjadi sumber kebermanfaatan bagi orang lain
Memahami keanekaragaman dan perbedaan
Berhenti sombong dan berlebihan
Itulah hakikat sebuah perjalanan

Lakukanlah perjalanan mengelilingi dunia, Kawan
Kunjungi tempat2 indah dan spesial
Bukan untuk dicatat, difoto lantas dipamerkan
Tapi simpel, perjalanan adalah perjalanan
Dia akan mendidik kita dengan lembut
Tentang banyak hal

*tere liye

Minggu, 27 Oktober 2013

Lirik Lagu Jet Lag Simple Plan

JET LAG
What time is it where you are?
I miss you more than anything
Back at home you feel so far
Waitin’ for the phone to ring
It’s gettin’ lonely livin’ upside down
I don’t even wanna be in this town
Tryin’ to figure out the time zones makin’ me crazy
You say good morning
When it’s midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it’s driving me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
What time is it where you are?
Five more days and I’ll be home
I keep your picture in my car
I hate the thought of you alone
I’ve been keepin’ busy all the time
Just to try to keep you off my mind
Tryin’ to figure out the time zones makin’ me crazy
You say good morning
When it’s midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it’s drivin’ me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
I miss you so bad [x5]
I wanna share your horizon
I miss you so bad
And see the same sunrising
I miss you so bad
Turn the hour hand back to when you were holding me.
You say good morning
When it’s midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it’s drivin’ me mad
I miss when you say good morning
But it’s midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it’s drivin’ me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Is so jetlagged
Is so jetlagged



LETIH (Edisi terjemahan bahasa Indonesia)
Jam berapa sekrang? Kamu di mana?
Aku kangen kamu lebih dari apapun
Kembalilah ke rumah, kamu merasa jauh
Menunggu telpon berdering
Aku sendiri, tinggal ga jelas
Aku pun tak mau ada di kota ini
Mencoba memahami zona waktu yg membuatku gila
Kamu ucapkan selamat pagi
Ketika tengah malam
Lenyap dari kepalaku
Sendiri di kasur
Aku bangun untuk sunsetmu
Dan ini menjadikanku edan
Aku sangat merindukanmu
Dan hati, hati, hatiku sangat letih
hati, hati, hatiku sangat letih
hati, hati, hatiku sangat letih
Jam berapa sekrang? Kamu di mana?
Lima hari lagi dan aku akan pulang
Aku menggantung photomu di dalam mobilku
Aku benci memikirkanmu sendiri
Aku selalu sibuk setiap saat
Hanya sekedar menjauhkanmu dari pikiranku
Mencoba memahami zona waktu yg membuatku gila
Kamu ucapkan selamat pagi
Ketika tengah malam
Lenyap dari kepalaku
Sendiri di kasur
Aku bangun untuk sunsetmu
Dan ini menjadikanku edan
Aku sangat merindukanmu
Dan hati, hati, hatiku sangat letih
hati, hati, hatiku sangat letih
hati, hati, hatiku sangat letih
Aku Aku sangat merindukanmu (5x)
Aku ingin berbagi dengan masa depanmu
aku Aku sangat merindukanmu
Dan memandang sunrise yang sama
aku Aku sangat merindukanmu
Putarlah waktu kembali pada saat ketika kamu memelukku
Kamu ucapkan selamat pagi
Ketika tengah malam
Lenyap dari kepalaku
Sendiri di kasur
Aku bangun untuk sunsetmu
Dan ini menjadikanku edan
Aku merindukanmu ketika kamu ucapkan selamat pagi
Walau ketika tengah malam
Lenyap dari kepalaku
Sendiri di kasur
Aku bangun untuk sunsetmu
Dan ini menjadikanku edan
Aku sangat merindukanmu
Dan hati, hati, hatiku sangat letih
hati, hati, hatiku sangat letih
hati, hati, hatiku sangat letih
sangat letih
sangat letih